MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah media pembelajaran PAI

Disusun Oleh:
Al
khoriah
NIM :6571010115121
Dosen Pengampu :
Dede Setiawan, M.
Pd
SEKOLAH TINGGI
ILMU TARBIYAH OTTO ISKANDAR DINATA (OTISTA)
TANGERANG SELATAN
2017
BAB
1
PENDAHULUAN
- Latar belakang masalah
Proses belajar formal yang di
selenggarakan di sekolahan betujuan untuk menguasai sejumlah kompetensi yang
harus dimiliki oleh peserta didik. Baik kognitif(pengetahuan), afektif(sikap),
maupun psikomotor(ketrampilan) sesuai dengan tingkatan pendidikannya.
Para ahli pendidikan dan pengajaran
berpendapat bahwa media sangat di perlukan pada anak-anak tingkat dasar sampai
menengah dan akan banyak berkurang jika mereka sudah sampai pada tingkat
pendidikan tinggi.
Media pembelajaran adalah sarana yang
membantu para pengajar. Ia bukan tujuan sehingga kaidah pembelajaran di kelas
tetap berlaku.
Perkembangan
peralatan pendidikan sudah maju, sehingga pengajar dewasa ini dengan mudah
memilihnya.[1]
- Rumusan
masalah
Dengan
adanya sedikit gambaran di atas, dapat di tarik kesimpulan yang kiranya pantas
untuk di jadikan rumusan masalah dalam makalah ini, yaitu
- Pengertian
media pembelajaran
- Urgensi media
pembelajaran
- Media dalam
proses pembelajaran
BAB ll
PEMBAHASAN
- Pengertian
media pembelajaran
Media dapat
digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, kemauan siswa,
sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar Ada beberapa pengertian
tentang pengertian tentang media pembelajaran yang telah dikemukakan oleh para
ahli, antara lain:
- S. Gerlach dan P. Ely dalam bukunya Teacing
and Media (1971)
Memberikan dua
makna tentang media pembelajaran, yakni arti luas dan arti sempit. Dalam arti
luas media pembelajaran berarti orang, material.
Sedangkan dalam
arti sempit media pembelajaran berarti grafik, potret, gmbar, alat-alat mekanik,
elektronik yang dipergunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan
informasi visual atau verbal.
- Robert M. Gagne dalam The Conditions of
Learning (1970) menyatakan bahwa istilah media pendidikan digunakan
untuk menunjukkan berbagi
macam komponen lingkungan belajar
yang dapat menimbulkan perangsang untuk si pelajar.
- Sedangkan I wayan Ardhana. Dalam media
instruksional(1982) mengartikan dengan, segala sesuatu yang dapat
dipakai untuk memberikan rangsangan sehingga terjadi interaksi belajar mengajar
dalam upaya untuk mencapai tujuan instruksional tertentu.
- Sementara Suprapto dkk dalam bukunya MediaPendidikan (1982)
mendefinisikan media pendidikan dengan semua alat pembantu yang secara
efektif dapat digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Begitu pula Sri widiastuti , dkk dalam Media
Pendidikan(1982) memberikan definisi dengan semua alat yang dapat
dipergunakan melalui indera pendengaran, pengamatan (telinga, mata) dalam
proses kegiatan belajar, karena itu alat-alat bantu tersebut sering
dinamakan alat pembantu
dengar-andang atau audio visual aids(AVA)
- Oemar Hamalik dalam bukunya berjudul Media
Pendidikan(1976) memeberika pengertian dengan alat, metode dan teknik
yang dipergunakan dalam upaya untuk lebih mengefektifkan komunikasi dan
interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di
sekolah.
- Mahfudh Shalahuddin dalam bukunya berjudul Media
Pendidikan Agama(1986) memberika kesimpulan tentang pengertian media
pendidikan dengan segala sesuatu yang pada diri siswa.[2]
B.
Urgensi Media Pembelajaran
Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas
oleh banyak ahli, menurut Kemp dan
Dayton (1985:3) meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan
penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam
program-program pengajaran berjalan amat lambat. Beberapa dampak positif
penggunaan media yang dikemukakan oleh mereka adalah sebagai berikut:
- Penyampaian
pelajaran lebih baku setiap pelajaran yang melihat atau mendengar penyajian
melalui media menerima pesan yang sama.
- Pembelajaran
bias lebih menarik. Media dapat mengasosiasikan sebagai penarik perhatian
dan membuat siswa tetap terjaga dan tetap memperhatikan.
- Pembelajaran
menjadi lebih intaraktifdengan diterapkannya teori belajar dan
prinsup-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa,
umpan balik,dan penguatan.
- Lama waktu
pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media
hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesa-pesan dan isi
pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat
diterapkan oleh siswa.
- Kualitas
hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar
sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen
pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan
jelas.
- Pembelajaran
dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan. Terutama jika media
pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
- Sikap
positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses
belajar dapat ditingkatkan.
- Peran guru
dapat berubah kearah yang lebih positif.
Dale(1969) mengemukakan bahwa
bahan-bahan audio visual banyak memberikan manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Hubungan guru,
siswa tetap merupakan elemen paling penting dalam sistem pendidikan
modern saat ini. Guru harus selalu hadir untuk menyajikan materi
pelajaran dengan bantuan media apa saja. Beberapa manfaat media yang
dikemukakan oleh Deal adalah:
- Meningkatkan
rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas.
- Membuahkan
perubahan signifikan tingkah laku siswa.
- Menunjukkan hubungan antara mata
pelajaran, kebutuhan dan minat siswa dengan meningkatnya motivasi belajar
siswa.
- Membawa kesegaran dan variasi bagi
pengalaman belajar siswa.
- Membuat
hasil belajar lebih bermakna bagi berbagai kemampuan siswa.
- Mendorong
pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan jalan melibatkan
imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya hasil
belajar.
- Memberikan
umpan balik yang diperlukan yang
dapat membantu siswa menemukan seberapa banyak yang telah mereka pelajari.
- Melengkapi
pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsep-konsep yang bermakna
dapat dikembangkan.
- Memperluas
wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik
dan membuat generalisasi yang
tapat.
- Meyakinkan
diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa butuhkan jika mereka
membangun struktur konsep dan sitem gagasan yang bermakna.
Encyclopedia
of Educational Research dalam Hamalik (1994:15) merinci manfaat media
pendidikan sebagai berikut:
1.
Meletakkan dasar-dasar yang
konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
2.
Memperbesar perhatian siswa
3.
Meletakkan dasa-dasar yang
penting untuk perkembangan belajar, oleh
karena itu membuat pelajaran menjadi lebih mantap.
4.
Memberika pengalaman nyata yang
dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
5.
Menumbuhkan pemikiran yang
teratur dan kontinew, terutama melalui gambar hidup.
6.
Membantu tumbuhnya pengertian
yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
7.
Memberikan pengalaman yang tidak
mudah diperoleh dengan car lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang
lebih banyak dalam belajar.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media
pembelajaran didalam proses belajar mengajar, yaitu:
- Dapat
memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan
meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
- Dapat
meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan
motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung, antara siswa dengn
lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
- Dapat
mengatsi keterbatasan indera, ruang dan waktu.[3]
C.Media dalam proses pembelajaran
Prinsip pengajaran yang baik adalah jika
proses belajar mampu mengembangkan konsep generealisasi dan bahan abstrak dapat menjadi hal yang
jelas dan nyata. Sumber belajar yang digunakan pengajar dan anak adalah buku-buku dan sumber referensi, tetapi akan
menjadi lebih jelas dan efektif jika pengajar menyertai dengan berbagai media
pengajaran yang dapat membantu menjelaskan bahan lebih realistic. Dengan
demikian salah satu tugas guru yang tidak kalah pentingnya adalah mencari dan
menentukan media pengajaran. Dalam dimensi social, mencari dan menentukan
sumber belajar pelajaran pendidikan agama islam sangatlah penting, sebab bahan
ajarannya sangat dinamis.
Pembagian
klasik dari media pengajaran didasarkan pada jenis materi yang dibagi menjadi
materi bacaan seperti buku, majalah, ensiklopedia, surat kabar dan materi bukan bacaan.
Materi
bukan bacaan membuka kesempata belajar yang sangat baik, terutama bagi siswa
yang secara individual lamban dalam ketrampilan membacanya.
Materi
bukan bacaan adalah alat bantu yang dimaksudkan untuk memberi arti dan
memperkaya pelajaran semua siswa.
Penyakit
yang paling berkecamuk disekolah ialah vebalisme, yang terdapat dalam setiap
situasi belajar.[4]
D.Desain pembuatan
media pembelajaran
1.
persyaratan membuat media pembelajaran
Seorang
guru akan mampu membuat media pembelajaran sendiri jika memiliki tiga kemampuan
yang diperlukan, yaitu:
a. Menguasai
bidang studi
b. Dapat
menyusun desain pembuatan media
c.
Menguasai teknik pembuatan media
yang diperlukan.
2.
langkah-langkah penyusunan (desain pembuatan media instruksional sederhana)
Secara
sederhana da beberapa langkah yang harus ditempuh dalam proses penyusunan media
pembelajaran antara lain:
a. Ide
b. Menganalisis
kebutuhan dan karakteristik siswa
c.
Merumuskan tujuan
d. Menentukan
kerangka isi bahan pelajaran
e.
Menentukan jenis media
f.
Menentukan perlakuan dan
partisipasi siswa
g.
Membuat sket/ story board
h. Menentukan
bahan alat untuk produksi
i.
Pelaksanaan produksi
j.
Penyuntingan
k. Uji
coba (jika mungkin dilakukan)
1) Ditunjukkan
pada para ahli
2)
Digunakan sesuai desain pada
kelompok kecil audien
3.pemanfaatan
media dalam pembelajaran materi gerhana
Berikut
ini bebrapa contoh penggunaan media dalam tema gerhana
a.
Media audio
1)
Radio
2)
Tape recorder, pita suara, piringan
hitam, mp3 player
b.
Media visual
1)
Media visual diam
a)
Media gambar datar
b)
Media proyeksi diam
c)
Media grafis atau carta
2)
Media visual bergerak: film bisu
c.
Media audio visual
1)
Media audio visual diam
2)
Media audio visual bergerak
d.
Media serbaneka
1)
papan display papan tulis, papan pengumuman, papan bulletin, papan magnetic.
2) media 3 dimensi
3)
media teknik dramatisasi
4)
suber belajar pada masyarakat.
5) computer[5]
BAB
lll
PENUTUP
- Kesimpulan
Dari uraian
singkat tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
- Untuk masa kini, media sangat diperlukan dalam
menyampaikan pesan secara efektif dan efisien, tak terkecuali dalam proses
pembelajaran.
- Dalam mempersiapkan media pembelajaran harus
memperhatikan dan mempertimbangkan banyak hal agar tujuan pembelajaran
dapat tercapai dengan lebih baik.
- Media apapun yang digunakan, guru hendaknya
harus tetap menguasai didaktik dan metodik disamping penguasaan materi
pembelajaran itu sendiri.
- Semutakhir apapun media yang dapat dipergunakan,
karena sifatnya yang tidak kekal dan suatu saat bias saja terjadi gangguan
secara teknis maupun non teknis, maka guru harus mampu memanfaatkan
dirinya sebagai media.
- Media pembelajaran berkembang sangat pesat
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga guru
harus senantiasa “mengupdate dan mengupgrade” secara kontinyu
B.Saran
Engan
adanya media sebagai sumber pembelajaran, perlu adanya suatu penyuluhan yang
diberikan kepada semua personil pendidika/ pembelajaran yang apabila hal ini
terpenuhi, akan terlahirnya generasi yang maju. Oleh karena itu, saya membuat
makalah ini agar semua pihak dapat memanfaatkan
media sebagai sumber pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas,
Ilmu pengetahuan social (materi pelatihan terintergrasi).
Jakarta:direktorat pendidikan lanjutan pertama,2005
Dit.
SLTP Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2002), pemilihan strategi dan media
pembelajaran PPKN. Jakarta.
Hartono
kasmadi (1996), model-model dalam
pengajaran sejarah. Semarang; IKIP semarang pers
Mahfudh
salahuddin,media pendidikan agama, Surabaya: PT. Bina ilmu,1986
Nasution(1986),
didaktik asas-asas mengajar. Bandung:jemmars
Nasution
(1992), berbagai pendekatan dalam proses belajar dan mengajar, Jakarta:
bumi aksara.
Piran
W. sasonohardjo, 2002.media pembelajaran. Jakarta: lembaga administrasi
Negara.
Rohmat,
media pembelajaran (suatu pengantar), Yogyakarta: logung,2010
Sapriya,
dkk (1999), studi tentang media pembelajaran nilai dalam mata pelajaran PPKN
di SLTP dan SMU Bandung (laporan penelitian, tidak diterbitkan)
Usman
, Uzer. Moh 2001. Menjadi guru professional .Bandung: Remaja Rosda Karya
Yusufhadi
miarso. Dkk. Teknologi komunikasi pendidikan, Jakarta: CV rajawali, 1984.
[1]
Depdiknas ilmu penetahuan Sosial (Materi Pelatihan Terintegrasi). Jakarta:
Derektorat Pendidikan Lanjutan Pertama,2005,hal 77
[2]
Mahfudh shalahuddin. Media pendidikan agama. Surabaya: PT. bina ilmu,
1986.hal.73. lihat pula: rochman,media pembelajaran(suatu pengantar),
Yogyakarta: logung, 2010, hal 89
[3]
Sholahuddin, pemanfaatan media dan sumber belajar, makalah disampaikan
pada diklat peningkatan kualitas guru PAI kanwil kementrian agama provinsi jawa
tengah dan DIY di Semarang, 2010,hal.4
[4]
Hartono kasmadi.model-model dalam pengajaran sejarah. Semarang: IKIP
semarang press. 1996.hal.88
[5]
Nasution. Berbagai pendekatan dalam proses belajar dan mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara.1992.hal.55
Rahmat, media pembelajaran (suatu pengantar),
Yogyakarta: logung,2010, hal.43
Okay then...
BalasHapusThis may sound a little creepy, maybe even a little "strange"
HOW would you like it if you could just press "Play" and listen to a short, "musical tone"...
And suddenly attract MORE MONEY to your LIFE?
I'm talking about thousands... even MILLIONS of DOLLARS!!
Sound too EASY? Think it's IMPOSSIBLE?!?
Well, I've got news for you...
Many times the largest blessings in life are the easiest to GET!!
Honestly, I will provide you with PROOF by allowing you to PLAY a REAL "magical abundance tone" I developed...
And TOTALLY FOR FREE
YOU just push "Play" and watch as your abundance angels fly into your life... starting pretty much right away...
GO here now to PLAY the magical "Miracle Abundance Tone" as my gift to you!!